Trik Rahasia Bisnis ShopBack

Sebagai pemain baru di ranah e-commerce Indonesia, ShopBack mencoba untuk tampil beda. ini dia Trik Rahasia Bisnis ShopBack Salah satu caranya adalah dengan terus-terusan menggelontorkan cashback. Gak takut rugi?

ShopBack tentu telah memikirkan masak-masak akan strategi bisnis yang dipilihnya. Termasuk terkait strategi mengumbar cashback yang bisa diuangkan ke rekening penggunanya tersebut.

Menurut Country Manager dan Co- founder ShopBack Indonesia Indra Yonathan, mekanisme cashback online memang terbilang baru di Asia Tenggara, tak terkecuali Indonesia.

Metode ini diklaim berhasil diterapkan di Amerika Serikat dan Inggris. Sebagai startup e-commerce, ShopBack adalah startup pertama yang menawarkan mekanisme ini.

“Di Amerika sudah umum model bisnis seperti ini. Jadi kami bekerja sebagai agen e-commerce. Mengumpulkan mereka dalam satu wadah. Kalau mereka dapat order dari situs kita, kita dapat komisi. Nah, komisi itu kita bagikan ke pengguna dalam bentuk cashback,” terangnya.

Dijelaskan Indra, monetisasi didapatkan dari komisi dari setiap order yang terjadi di situs ShopBack. Besar pembagian komisi berbeda-beda, antara 1%-25% tergantung kategori barang yang dibeli dan kesepakatan mitra merchant atau e-commerce itu sendiri.

“Kita ini boleh dibilang seperti the biggest mall. Karena di dalam layanan kita ada banyak sekali toko online. Kalau orang beli dari mal kita, kita dapat komisi,” jelas Indra.

Ditambahkannya, untuk ShopBack Indonesia sendiri saat ini ada sekitar 80 merchant yang sudah bergabung, dan kebanyakan adalah nama-nama besar seperti Lazada, Blibli, Bukalapak, Tokopedia, Matahari Mall dan AliExpress. Tak hanya e-commerce, bergabung pula layanan pemesanan hotel seperti Agoda, Pegipegi, aplikasi transportasi Uber dan masih banyak lagi.

“Bayangkan, satu merchant saja bergabung, misalnya Bukalapak, ada berapa banyak jualannya di sana. Jadi boleh dibilang ini marketplace-nya e-commerce. Kita satu-satunya web yang menggabungkan semua kategori mulai dari fashion, kebutuhan sehari-hari, traveling, transportasi dalam satu wadah,” papar Indra.

Berbelanja di ShopBack hampir sama dengan berbelanja di e-commerce pada umumnya. Hanya saja, pengguna akan mengakses toko online favoritnya melalui situs ShopBack.co.id atau melalui aplikasi (baru tersedia untuk Android).

Kita memilih barang yang akan dibeli, kemudian dilanjutkan hingga proses pembayaran selesai. ShopBack akan secara otomatis merekam transaksi tersebut untuk menghitung cashback.

Besarannya berbeda-beda, tergantung penawaran dari barang yang dibeli. Cashback ini juga tidak mensyaratkan minimum pembelian dan dapat digabungkan dengan diskon dan promo lainnya.

Cashback yang diperoleh ini kemudian akan ditampilkan dalam satu halaman khusus. Untuk mengambil hak cashback, pengguna tinggal mengklik klaim untuk diproses.

“Dalam waktu 48 jam, atau paling lama seminggu, cashback atau uang ekstra akan otomatis masuk ke akun ShopBack konsumen. Konsumen juga bisa minta cashback-nya ditransfer ke rekening bank mereka,” kata Indra.

Daftar Shopback Bonus Rp 45 ribu
Shopback Bonus Rp 45 ribu

Berkaca dari Singapura

Sejak diluncurkan di Singapura pada tahun 2014, ShopBack dengan cepat merambah negara lainnya yaitu Malaysia, Filipina, Taiwan, India, termasuk Indonesia. Dalam rentang waktu tersebut, ShopBack mengamati perilaku berbelanja online di enam negara tersebut.

Dalam pengamatan ShopBack, e-commerce di Singapura paling mature. Rata-rata transaksi belanja mereka pun lebih tinggi dibandingkan lima negara lainnya.

“Di Singapura mereka belanja groceries, kebutuhan harian dapur seperti sayur, buah-buahan itu online. Mungkin karena saking sibuknya. Jadi kategori groceriesitu tinggi sekali,” lanjut Indra usai media gathering di XXI Lounge Plaza Senayan Jakarta, Selasa (24/5/2016).

Karena ekosistem e-commerce yang sudah matang pula, Singapura mudah beradaptasi dengan layanan seperti yang ditawarkan ShopBack. Tak seperti platform belanja online pada umumnya, ShopBack menghubungkan merchant dan konsumen dengan menyajikan sistem reward berupa cashback setiap kali berbelanja.

e-commerce di sana juga sudah banyak sekali. Orang sudah mengerti bisnis model seperti kami. Merchant e-commerce yang bergabung juga lebih banyak. Ada sekitar 200 merchant mungkin. Kalau di Indonesia untuk yang menengah ke atasnya baru 5-10 merchant,” pungkasnya.

taken fr detik.com

Baca juga : https://melinakiki.com/2018/01/04/shopback-promo-gratis-xiaomi-5a

 

kiki

Passionate to Marketing, an Internet Marketing Enthusiast. Learning all things about writings, market research and digital marketing. I'm a believer that just want to share everthing about inspiring and fun things around me. So, lets learn together. " sometimes we win, and sometimes we learn "

 
mau belajar bikin web ?Click Disini
%d bloggers like this: