Melon Golden Seperti Budidaya Emas

Budidaya Melon Golden seperti Budidaya EmasBudidaya Melon merupakan salah satu pilihan bisnis yang menjanjikan, butuh pengetahuan, ketelitian dan tekun namun usaha berat itu menghasilkan keuntungan luar biasa. Bisnis melon kuncinya mengenal karakter melon dan cuaca selanjutnya tinggal keuletan.

Perkembangan agrobisnis melon belakangan menunjukan prospek usaha yang menjanjikan. Dulu usaha budidaya melon berpusat di Cisarua Bogor dan Kalianda Lampung, kini persebarannya makin luas ke wilayah2, missal di Daerah Grobogan, Malang, Ngawi, Pacitan, Madiun, Blitar, Sukoharjo, Surakarta, Karang Anyar, Klaten, Kulon Progo Yogyakarta, Banten, dsb.

Dari banyak jenis melon, sebagian masyarakat memilih membudi-dayakan jenis melon kuning dibanding varietas tanaman melon berbuah hijau. Ini karena minat pasarnya lebih besar dan harga jual melon kuning 2x lipat dari harga melon hijau, sehingga tidak heran bila petani lebih memilih peluang bisnis budidaya melon kuning untuk mendatangkan untung besar setiap bulannya.

Hampir tiap orang suka buah2an, termasuk melon kuning yang bertekstur daging renyah, cita rasa manis. Dalam menjalankan peluang bisnis ini, Anda bisa membidik seluruh lapisan masyarakat sebagai target pasar Anda. Misal membidik pemilik kios buah atau supermarket2 besar untuk menjalin kerjasama guna membangun jaringan pemasaran buah melon kuning yang Anda budidayakan.

Untuk membudidayakan buah melon, para pelaku usaha perlu memperhatikan beberapa faktor utama yang bisa mempengaruhi kualitas hasil panen yang didapatkan. Misalnya saja seperti faktor kesuburan tanah, faktor iklim dan cuaca, faktor serangan hama dan penyakit, serta beberapa faktor lainnya yang harus diperhatikan para petani selama proses pemeliharaan berlangsung.

Syarat-syarat penting dalam budidaya melon

Faktor yang diperhatikan yaitu kondisi iklim dan media tanam. Suhu ideal tanaman melon yaitu 25-30°C, di ketinggian 300-900 mdpl dengan pancaran sinar matahari penuh dan curah hujan yang relatif rendah. Media tanam yang baik, tanah liat berpasir, tidak terlalu basah dengan unsur pH tanah 5,8-7,2 dan mengandung bahan organik seperti andosol, latasol, regosol, dan grumosol.

Sebelum menyemai benih, rendam benih melon dalam 1 liter air hangat (suhu 20-25°C); ditambahkan 1 tutup POC NASA selama 8-12 jam lalu diperam kurang lebih 48 jam. Bibit yang telah siap selanjutnya disemai dalam polybag, sedalam 1-1,5 cm.

Benih disemaikan dalam posisi tegak dan ujung calon akarnya menghadap ke bawah. Benih ditutup dengan campuran abu sekam dan tanah dengan perbandingan 2:1. Lalu letakan kantong persemaian diletakkan berderet agar terkena sinar matahari penuh sejak terbit hingga tenggelam. Diberi perlindungan plastik transparan yang salah satu ujungnya terbuka.

Bibit melon yang berdaun 4-5 helai atau tanaman melon berusia 10-12 hari dipindahkan ke bedengan yang dilubangi sebelumnya. Bedengan jangan sampai kekurangan air. Kedalaman bedengan 30 cm, jarak antar tanam 60-80 cm. Panjang bedengan maks 12-15 m, tinggi 30-50 cm dan lebar bedengan 100-110 cm, dan setiap antar bedengan dijadikan sebagai parit dengan lebar sekitar 55-65cm.

Selama proses pemeliharaan, langkah2 yang perlu mulai menyulam setelah 3-5 hari setelah waktu tanam, melakukan penyiangan membersihkan rumput liar dan gulma yang tumbuh disekitar melon, menambahkan pupuk tiap 10 hari 1x, penyiraman bisa dilakukan tiap pagi, dan mulai memasang ajir (tinggi 150-200 cm) di sisi kanan kiri bedengan sebagai ruang tumbuh tanaman melon.

Setelah ± 2 bulan, buah melon memasuki masa panen ideal. Potong tangkai buah dengan pisau, sisakan tangkai minimal 2 cm agar masa simpannya lebih lama. Lakukan proses pemanenan bertahap, dan utamakan buah benar2 siap panen. Lakukan penyortiran pada hasil panen, dan hindari cacat fisik pada buah karena akan mengurangi harga jual melon.

Prospek Menjanjikan

Dibanding melon hijau, jenis melon kuning atau melon golden memiliki harga jual lebih tinggi di pasaran. Diperkirakan saat ini harga jualnya bisa 2x lipat dari melon hijau. Tampilan kulit buahnya yang berwarna kuning mulus, dan dagingnya yang tebal, dengan rasa buah yang manis dan renyah, menjadikannya berdaya jual cukup tinggi.

Biasanya melon jenis ini dihargai Rp 10.000-Rp 15.000/buah di kios atau pasar tradisional, dan harganya bisa melambung tinggi hingga Rp 30.000,00/buah bila masuk ke supermarket atau pasar modern lainnya. Tidaklah heran bila keuntungan yang didapatkan para petani melon cukuplah besar.

Kendala yang akan dihadapi

Selain menjanjikan untung besar, melon termasuk salah satu buah semusim yang rumit perawatannya. Banyak pelaku usaha yang rela menelan kerugian cukup besar, karena tanaman melonnya terserang hama dan penyakit sehingga mengalami gagal panen atau tidak bisa berproduksi secara optimal.

Jenis2 penyakit yang sering menyerang tanaman melon : Embun bulu atau penyakit layu fusarium dan layu bakteri. Biasanya, munculnya penyakit2 melon disebabkan kondisi cuaca yang sulit ditebak, tingkat kelembapan terlalu tinggi, serta proses pemukukan yang tidak berimbang dan drainase kurang baik.

Karenanya, sebisa mungkin rawat tanaman melon Anda dengan penuh ketelitian agar resiko kerugian gagal panen bisa terhindarkan.

Pemasaran

Biasanya para tengkulak atau eksportir buah melon menawarkan kerjasama dengan para petani di berbagi daerah untuk membeli hasil panen mereka dengan harga beli yang sama-sama menguntungkan kedua belah pihak.

Contohnya seperti para petani melon di daerah Penawangan dan Purwodadi yang bertani melalui jalan kemitraan dan menjalin kerjasama dengan perjanjian harga beli Rp 7.000,00 per kg. Dan sejak setahun yang lalu mendistribusikan hasil panennya keluar daerah, contohnya saja ke Daerah Kudus, Jepara, Klaten, Sragen, Solo, serta beberapa kabupaten lain di Jateng.

Kunci sukses 

Dalam menjalankan bisnis budidaya melon eksklusif, yang terpenting adalah pemilihan bibit berkualitas dan ketekunan serta ketelitian pelaku usaha melon dari mulai proses pembibitan berlangsung, penanaman, pemeliharaan, hingga masa panen melon tiba.

Bermodalkan bibit dari varietas unggul dan ketekunan pelaku usaha dalam memelihara tanaman melon, tidak menutup kemungkinan bila hasil panen yang didapatkan bisa lebih optimal dan mendatangkan untung yang cukup besar bagi para pelakunya.

Analisa Ekonomi

Panen buah melon jenis sakata bisa dilakukan setelah 60 hari setelah tanam, kalau dalam 1 HA lahan ditanami 17.000 tanaman dan rata2 buah mempunyai bobot buah 2 kg , berarti jumlah bobot  buah  melon dalam 1 hektar mencapai 34.000 kg, dan kerusakan buah diperkirakan 2.500 kg.

Jumlah bobot buah yang layak jual ; 34.000 – 2.500 = 31.500 kg.
*Pendapatan = jumlah panen X harga jual
= 31.500kg X Rp.6.000/kg
= Rp.189.000.000
*Keuntungan = Pendapatan – total biaya produksi
=Rp.189.000.000 –Rp.69.994.000
=Rp.119.006.000

taken fr http://dinpertan.grobogan.go.id/

Please follow and like us:

kiki

Passionate to Marketing, an Internet Marketing Enthusiast. Learning all things about writings, market research and digital marketing. I'm a believer that just want to share everthing about inspiring and fun things around me. So, lets learn together. " sometimes we win, and sometimes we learn "

 
mau belajar bikin web ?Click Disini

Enjoy this blog? Please spread the word :)

%d bloggers like this: