October Pink

october pinkBulan Oktober, dikenal sebagai bulan Breast Cancer Awareness, yang bertujuan agar kita semua lebih mengetahui dan waspada terhadap kanker payudara, dan juga lebih peduli dan memberi dukungan terhadap pada warrior dan survivor kanker payudara.

Banyak sekali cara yang dilakukan oleh orang diseluruh dunia untuk ikut mendukung gerakan yang juga disebut dengan October Pink. Salah satunya, di media-media sosial akan banyak kita temui tagar #NoBraDayOct13, atau #OctoberPink. Di Jakarta sendiri, pada tanggal 12 October laku di gelar parade #JakartaGoesPink yang di selenggarakan oleh Lovepink Indonesia, sebagai bentuk kampanye waspada terhadap salah salah penyakit paling berbahaya bagi kaum wanita, dan sekaligus memberi dukungan untuk para penderita kanker payudara.

Sekarang, kita akan coba mengenal dan mempelajari sedikit tentang kanker payudara , agar kita bisa lebih waspada untuk diri kita sendiri dan orang yang kita sayangi. Dan berikut adalah ulasan mengenai apa kanker payudara itu, cara mendeteksi dan siapa saja yang beresiko terkena kanker payudara, seperti yang dijelaskan oleh Dr Inez Nimpuno MPS, MA (dokter dan breast cancer survivor) dalam www.lovepinkindonesia.org.
Kanker Payudara

october pinkKanker payudara terjadi apabila pertumbuhan sel yang abnormal tersebut terjadi pada jaringan payudara. Kanker payudara (breast cancer) biasanya ditemukan dengan cara mendeteksi adanya satu atau lebih dari beberapa gejala yang dirasakan oleh seseorang. Yang paling sering dialami adalah ditemukannya benjolan atau penebalan di jaringan payudara. Meskipun pada kenyataannya kebanyakan benjolan di payudara BUKAN kanker, tetapi, jika anda menemukan benjolan di payudara, segeralah ke dokter untuk diperiksa.

Data akurat belum tersedia di Indonesia, tetapi data dari beberapa rumah sakit besar menunjukkan bahwa (bersama dengan penderita kanker leher rahim) jumlah perempuan penderita kanker payudara di Indonesia makin meningkat dari tahun ke tahun.

Dari data yang ada, diperkirakan, di Indonesia, sebagian besar (70%) penderita kanker ditemukan dengan stadium yang sudah lanjut. Kenyataan ini juga terjadi pada sebagian besar penderita kanker payudara, dimana sering penderita datang ke dokter dengan keadaan kanker payudara yang sudah lanjut.

Apakah laki-laki bisa mengalami kanker payudara?

Ya bisa, tetapi kanker payudara pada laki-laki sangat jarang ditemukan. Kira-kira, kanker payudara pada laki-laki terjadi 100 (seratus) kali lebih jarang dibandingkan pada perempuan.

Kanker payudara diobati dengan kombinasi dari beberapa cara dibawah ini :

  1. Pengambilan benjolan/kanker melalui pembedahan ( mastectomy atau lumpectomy )
  2. Kemoterapi
  3. Radiasi

 

Tergantung dari stadium nya, yang dilakukan bisa salah satu atau dua dari ketiga opsi pengobatan diatas, atau bahkan ketiga tiganya atau hanya satu opsi saja. Lebih jauh lagi, tergantung jenis kanker payudaranya, ada jenis kanker payudara yang perlu pengobatan tambahan, misalnya dengan terapi hormon (hormonal therapy).

Deteksi Dini

Jika kanker payudara terdeteksi pada stadium dini, kemungkinan untuk sembuh dan pulih kembali sangat tinggi.

Deteksi dini bisa dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya adalah dengan memeriksa sendiri payudara kita secara teratur. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) ini dilakukan sebulan sekali, paling baik dilakukan pada hari ke-7 sampai hari ke-10 dihitung dari hari pertama haid. Bagi yang sudah mengalami menopause, SADARI dilakukan pada tanggal yang sama setiap bulan, misalnya tanggal 10.

SADARI dapat dilakukan saat mandi ketika di depan cermin, dengan memeriksa daerah dekat puting hingga bawah ketiak selama 10 menit. Perhatikan setiap bagian payudara bila ada perubahan atau kelihatan lain dari biasanya.

Tindakan untuk memeriksa payudara sendiri ini sangat penting karena pada kenyataannya, hampir 85% benjolan di payudara ditemukan oleh penderita sendiri.

Jenis kanker payudara

Kanker payudara yang pada waktu ditemukan hanya terdapat di jaringan payudara saja, cenderung kurang ganas jika dibandingkan dengan kanker payudara yang di prediksi mempunyai potensi untuk menyebar atau bahkan sudah menyebar keluar payudara, yaitu ke bagian lain dari tubuh.

Tipe yang paling sering ditemukan adalah ‘adenocarcinoma’. Tipe lain dari kanker payudara adalah ductal carcinoma in situ (DCIS) dan lobular carcinoma in situ (LCIS).

Jenis pengobatan yang diberikan tergantung dari tipe kanker payudaranya. Pada umumnya kanker payudara adalah kanker yang tumbuhnya lambat. Kalau kanker menyebar, biasanya penyebaran pertama kali terjadi pada kelenjar getah bening (lymph nodes) yang terletak di bawah ketiak, dan bisa berlanjut ke jaringan/organ tubuh lain seperti paru dan tulang. Proses penyebaran kanker diluar payudara disebut metastase (metastatic disease).

Gejala / tanda adanya kanker payudara

Tanda pertama yang umum dialami pada banyak perempuan dengan kanker payudara adalah adanya benjolan atau bagian yang menebal di payudara mereka. Perlu diingat bahwa kebanyakan (90%) dari benjolan pada payudara bukan kanker. Tetapi, bila anda menemukan benjolan di payudara anda, selalu cek dengan dokter untuk menentukan apakah pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan bahwa benjolan tersebut bukan kanker.

Segeralah ke dokter, jika anda menemukan satu atau lebih dari tanda/gejala dibawah ini:

  1. Benjolan/tumor atau ada bagian yang menebal di satu atau kedua payudara.
  2. Perubahan besar/ukuran dan bentuk dari satu atau kedua payudara.
  3. Ada cairan keluar dari puting payudara (cairan tersebut bisa bercampur darah).
  4. Ada benjolan/tumor atau pembengkakan di bawah ketiak.
  5. Ada bagian kulit payudara yang tertarik ke dalam, atau ada bagian yang bekerut seperti kulit jeruk.
  6. Terdapat bercak, mengelupas, menyerpih, atau bersisik pada atau sekitar puting susu.
  7. Puting susu kelihatan berubah, misalnya kelihatan seperti tertarik masuk kedalam payudara.
  8. Rasa sakit pada payudara atau daerah dibawah ketiak yang tidak ada hubungannya dengan masa haid/menstruasi

Penyebab/faktor resiko

Penyebab dari kanker payudara sampai sekarang belum diketahui.

Yang sudah diketahui adalah beberapa faktor resiko (faktor yang ada pada seseorang yang membuat seseorang punya kemungkinan menderita kanker) seperti berikut ini:

1. Bertambahnya usia
Usia yang bertambah adalah faktor resiko terbesar seseorang mungkin mengalami kanker dalam hidupnya. Kira-kira 75% dari semua kasus kanker payudara terjadi pada perempuan berumur lebih dari 50 tahun.
2. Sejarah keluarga dengan kanker payudara
Adanya penderita kanker payudara atau/dan kanker indung telur (ovarian cancer) yg dialami anggota keluarga dekat, menjadi indikasi kuat seseorang bisa saja suatu kali di hidupnya terkena kanker payudara.Seseorang akan dinilai mempunyai kemungkinan tinggi untuk mendapatkan kanker payudara jika mempunyai ibu, saudara kandung perempuan, anak perempuan, ayah, anak laki-laki, saudara kandung laki-laki, tante atau keponakan yang pernah menderita kanker payudara atau kanker indung telur (hanya pada perempuan) sebelum berumur 50 tahun.
Tetapi perlu diperhatikan bahwa 9 (sembilan) dari 10 (sepuluh) orang yang terkena kanker payudara tidak pernah mempunyai anggota keluarga yang pernah sakit kanker payudara. Jadi, hanya 5-10% dari seluruh penderita kanker payudara yang disebabkan oleh faktor keturunan (hereditary factor).
3. Kegemukan
Perempuan dengan berat badan berlebihan mempunyai resiko terkena kanker payudara yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka dengan berat badan ideal, terutama pada waktu perempuan tersebut menopause (tidak haid/menstruasi lagi).
4. Alkohol
Minum alkohol lebih dari dua gelas per hari setiap hari, bisa meningkatkan resiko terkena kanker payudara.
5. Terapi pengganti hormon (Hormone replacement therapy (HRT))
Penggunaan HRT oleh sebagian perempuan selama 5 (lima) tahun atau lebih biasanya di hubungkan dengan meningginya resiko terkena kanker payudara. Level resiko dari seseorang bervariasi tergantung dari keadaan kesehatan umum dan riwayat medis atau penyakit yang pernah di derita. Pada mereka yang memikirkan akan menggunakan HRT, dianjurkan untuk selalu membicarakan dengan dokter terlebih dahulu tentang segala resiko dan kemungkinan yang bisa terjadi dari penggunaan HRT.
6. Pil kontrasepsi
Resiko kemungkinan terkena kanker payudara bertambah sedikit pada perempuan yang menggunakan pil kontrasepsi Resiko kanker payudara bisa terjadi di tahun tahun penggunaan pil tersebut dan bahkan 10 tahun sesudah berhenti minum pil.
7. Hamil dan melahirkan anak pada usia relatif lanjut atau tidak pernah hamil dan melahirkan anak.
Perempuan yang pada waktu mempunyai anak pertama berusia muda biasanya mempunyai resiko rendah terkena kanker payudara. Sebaliknya, perempuan yang tidak pernah punya anak atau punya anak pertama pada usia yang lanjut biasanya mempunyai resiko lebih tinggi terkena kanker payudara.

kiki

Passionate to Marketing, an Internet Marketing Enthusiast. Learning all things about writings, market research and digital marketing. I'm a believer that just want to share everthing about inspiring and fun things around me. So, lets learn together. " sometimes we win, and sometimes we learn "

%d bloggers like this: