6 Tanda Stres Berlebihan

Persoalan kecil yang menumpuk bisa menyebabkan seseorang mengalami stres tanpa sadar sedang mengalaminya. Namun, bila tak disadari, stres berlebihan bisa membahayakan kesehatan. Tubuh pun punya sistem untuk menunjukkan Anda sedang menghadapi stres berlebihan. Berikut ini tanda di antaranya:

1. Muntah
Stres dan kecemasan bisa memicu muntah dan kondisi yang disebut sindrom muntah bersiklus. Kondisi ini menyebabkan seseorang mengalami mual dan muntah dalam periode tertentu di hidupnya. Seringkali, muntah ini akan terjadi di waktu yang sama setiap hari.

Menghadapi muntah akibat cemas bisa dilakukan dengan beristirahat cukup dan minum air dalam jumlah cukup, serta mencari cara untuk menenangkan diri atau menghilangkan sumber stres.

2. Rambut rontok
Ada banyak penyebab rambut rontok. Stres adalah salah satunya. Dalam kondisi-kondisi tertentu, sulit untuk mendeteksi penyebab kerontokan rambut yang sebenarnya berasal dari stres.

Kondisi semacam ini bisa berlangsung berbulan-bulan setelah kejadian yang sangat menekan, contoh; kematian anggota keluarga atau kelahiran anak. Umumnya masalah kerontokan ini akan membaik usai kondisi stresnya hilang.

3. Mimisan
Ada banyak debat yang untuk mengatakan benar-tidaknya mimisan terjadi akibat stres. Namun, studi mengatakan, di beberapa kasus, pasien yang mengalami mimisan karena baru saja menghadapi situasi menekan.

Sebuah studi di Inggris memperlihatkan, hal ini bisa terjadi karena saat stres, tekanan darah akan meningkat tajam, dan ini akan memicu mimisan.

4. Sulit mengingat
Bila Anda mulai merasa sulit mengingat, padahal usia masih relatif muda dan tidak punya masalah kesehatan yang bisa menyebabkan hal tersebut, maka bisa jadi Anda bermasalah dengan stres.

Menurut Jeffrey Rossman, penasihat situs kesehatan Rodale.com, hal ini bisa terjadi akibat pengecilan otak kecil.

Stres kronis bisa memengaruhi hippocampus, area pada otak yang mengkontrol memori jangka pendek. Hal ini bisa menghambat fungsi kerja otak untuk mengingat.

Cara terbaik menghadapinya adalah dengan menuntaskan sumber stresnya. Sementara itu, sebaiknya mulai mencatat segalanya dalam sistematis yang baik.

5. Imun tubuh yang melemah
Efek paling terlihat dari stres pada tubuh adalah melemahnya sistem imun tubuh yang terjadi untuk beberapa alasan. Pertama, stres memicu pelepasan catechomeline, hormon yang membantu meregulasi sistem kekebalan tubuh. Pelepasan hormon tersebut yang terlalu lama bisa mengecilkan kelenjar thymus yang berfungsi memproduksi sel darah putih pelawan infeksi, serta merusak telomer.

Cara terbaik untuk mengatasi hal ini adalah dengan berolahraga secara rutin.

6. Keringat berlebih
Umumnya, kebanyakan orang sudah tahu, saat stres, seseorang akan berkeringat berlebih. Namun, bagi orang dengan kondisi hyperhidrosis, keringat berlebihnya akan muncul pada telapak kaki dan tangan.

Yoga dan meditasi bisa membantu mengurangi keringat berlebih akibat stres. Namun, bila Anda mengalami hyperhidrosis, sebaiknya temui dokter khusus untuk mendapat perawatan paling tepat.

kiki

Passionate to Marketing, an Internet Marketing Enthusiast. Learning all things about writings, market research and digital marketing. I'm a believer that just want to share everthing about inspiring and fun things around me. So, lets learn together. " sometimes we win, and sometimes we learn "

 
mau belajar bikin web ?Click Disini
%d bloggers like this: