Hati-Hati, Stroke Serang Usia Muda

detail berita

Jarang olahraga picu stroke di usia muda (foto: pacelinecoaching)

SERANGAN stroke yang lekat dengan orang usia lanjut kini mengancam generasi muda. Kenali gejalanya sejak dini agar Anda terhindar dari ancaman tersebut.

Stroke tak hanya menyerang usia tua namun cenderung menyerang generasi muda yang masih berada di usia produktif. Stroke juga tak lagi menyerang warga kota yang penuh penuh aktifitas tapi juga dialami warga pedesaan yang hidup dalam keterbatasan dan kekurangan.

Demikian disampaikan dr Tri Wahyuliati saat menjadi pembicara dalam talkshow dengan tema ‘Kenali & Cegah Stroke Sejak Dini” di RS PKU Muhammadiyah unit II Gamping Sleman Yogyakarta, Sabtu (14/4/2012).

Dr Tri memaparkan, stroke terjadi karena gangguan ‘cerebro vascular’ akibat aliran darah ke otak terganggu. Hal itu disebabkan adanya oklusi atau pecahnya pembuluh darah yang mengakibatkan hilangnya fungsi neurologis. Stroke sendiri terbagi menjadi dua jenis, stroke sumbatan dan stroke pendarahan.

Tanda dan gejala stroke, lanjutnya ditandai dengan empat hal yakni gangguan kesadaran, gangguan gerak atau motorik, gangguan sensibilitas atau sensorik, dan gangguan fungsi otonom.

“Kita harus mengetahui sejak dini, kalau tiba-tiba terjatuh tanpa ada sebab yang jelas saat duduk bisa jadi itu pembuluh darah yang mengalir ke otak tidak lancar. Segera periksakan ke dokter agar mengetahui penyebabnya. Sel-sel otak yang dialiri darah itu harus lancar,” jelasnya.

Faktor risiko terjadi stroke bisa dialami bagi penderita hipertensi, diabetes, maupun stres. Pola hidup tak sehat seperti  merokok (baik aktif maupun pasif), sering mengkonsumsi obat-obatan terlarang misalnya narkoba, konsumsi minuman keras, jarang olah raga, juga bisa terserang stroke.

“Stres justru penyebab anak-anak muda yang masih produktif terserang stroke. Tak heran saat ini banyak orang berupaya untuk mencegah stroke atau mengurangi faktor risiko dengan menerapkan pola hidup sehat, olahraga teratur, menghindari stres hingga meminum obat atau suplemen untuk menjaga kesehatan pembuluh darah,” paparnya.

Terserang stroke, sambung dr Tri, jelas berdampak terhadap menurunnya tingkat produktifitas serta dapat mengakibatkan terganggunya sosial ekonomi keluarga karena besarnya biaya pengobatan pasca stroke.

“Hidup sehat tanpa stroke merupakan dambaan bagi semua orang. Untuk itu mengetahui sedini mungkin tentang stroke dan menerapkan pola hidup sehat tidak bisa ditawar lagi,” pungkasnya.

 

taken fr okezone.com

 

kiki

Passionate to Marketing, an Internet Marketing Enthusiast. Learning all things about writings, market research and digital marketing. I'm a believer that just want to share everthing about inspiring and fun things around me. So, lets learn together. " sometimes we win, and sometimes we learn "

 
mau belajar bikin web ?Click Disini
%d bloggers like this: