Pengobatan Penderita Hemofilia Sangat Mahal

UNTUK menyelamatkan hidupnya, seorang hemofilia membutuhkan kecukupan faktor VIII dan IX. Untuk mendapatkannya, diperlukan biaya yang sangat mahal.
Penderita hemofilia adalah orang yang mengalami gangguan pembekuan darah karena tidak memiliki cukup faktor pembekuan tertentu. Akibatnya, perdarahan berlangsung lebih lama dibandingkan orang normal.Untuk membantu menjalankan kehidupannya agar berlangsung normal, seorang hemofilia memerlukan kecukupan faktor pembekuan darah tertentu. Umumnya, faktor VIII dan IX. Dalam satu pekan,seorang hemofilia diharuskan rutin disuntikkan faktor VIII atau IX ke tubuhnya sebanyak dua hingga tiga kali.Sayangnya, harga pengobatan hemofilia ini membutuhkan biaya yang sangat mahal.”Obatnya faktor VIII dan IX, satu botol hanya ada 10 miligram. Faktor VIII berharga sekitar Rp1,5 juta. Faktor IX seharga Rp4 juta,” tutur Prof dr DR Moeslichan Mz SpA(K) dari MRCCC Siloam Hospital Semanggi, Jakarta di Conference Room MRCCC Siloam Hospital Semanggi, Jakarta, Rabu (18/4/2012).Lebih lanjut, Prof Moeslich menjelaskan, bahwa harga faktor VIII dan IX masih sangat mahal karena proses pengolahannya yang sulit dan harus impor.

“Yang bikin mahal adalah pengolahannya karena sulit. Faktor-faktor pembekuan darah ini sumbernya dari orang, pendonor darah. Darah hasil donor di bank darah, lalu diekstrak, dipisah-pisahkan. Faktor yang bening itu ada faktor VIII dan IX, mengekstraksi ini yang mahal. PMI sedang berusaha untuk mengolah itu. Kini semua masih impor. Faktor IX impor dari Belanda, VIII dari Jerman dan Spanyol. Kita belum punya sendiri,” jelasnya.

Valentjia, seorang ibu dari dua orang putra kembar yang mengalami hemofilia menceritakan, bahwa dalam menjalani pengobatan sampai menjual rumah dan dua buah toko usahanya.

“Anak saya diketahui hemofilia sejak usia delapan bulan. Hingga kini usianya 15 tahun, terus-menerus pengobatan. Biayanya mahal sekali. Asuransi sampai saat ini belum ada yang mau menanggung,” kata Valentjia.

Tidak ada makanan yang dipantang bagi penderita hemofilia, hanya saja terdapat beberapa jenis olahraga yang tidak boleh dijalankan.

“Pantang untuk mengonsumsi obat asetotal (aspirin) karena membuatnya mudah berdarah. Olahraga pun tidak boleh yang kasar seperti tinju, lari, basket, dan bola. Yang aman saja, senam atau catur,” tutup Prof Moeslich.
(tty)

taken from : okezone.com

kiki

Passionate to Marketing, an Internet Marketing Enthusiast. Learning all things about writings, market research and digital marketing. I'm a believer that just want to share everthing about inspiring and fun things around me. So, lets learn together. " sometimes we win, and sometimes we learn "

 
mau belajar bikin web ?Click Disini
%d bloggers like this: