Taufik, Kemitraan dan Wirausaha

Gratis Tutorial 1,5 tahun

Tak ada yang percaya dia akan berhasil mengembangkan budidaya jamur. Kuliahnya di Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Bayumas, Jawa Tengah, pun sempat terbengkalai dan baru lulus setelah menempuh studi selama enam tahun.

Bahkan, saat pertama kali memasarkan jamur tiram hasil budidayanya sekitar 15 tahun silam, tak ada warga Purwokerto yang tertarik. Selain mereka baru mengenal sebatas jamur merang, warga mengira jamur tiram adalah jamur yang mengandung racun. Tak seorang pun yang berani mengonsumsi jamur itu.

Laki-laki kelahiran Tegal ini tak kehabisan akal. Dia menawarkan dirinya sebagai sampel dengan memakan jamur tiram mentah. Calon pelanggannya harus membeli jamur tiram yang ditawarkan.

Itulah Taufikurokhman yang dengan gigih merintis usaha budidaya jamur sejak duduk di bangku kuliah semester tiga, tahun 1991. Dia yakin betul, budidaya jamur bisa mengantarkannya sebagai wirausaha sukses.

Didukung 21 kelompok mitra binaannya, kini Taufik setiap bulan dapat memasok 3,5 ton jamur tiram serta lebih dari 0,5 ton jamur kuping dan jamur merang ke Sumatera dan Kalimantan. Harga jamur tiram Rp 10.000 per kilogram, jamur kuping Rp 50.000 sampai Rp 60.000, dan jamur merang Rp 18.000 per kilogram. Omzet usaha Taufik itu tak kurang dari Rp 55 juta per bulan.

Tak sedikit pula kelompok mitra binaannya yang ikut merasakan nikmatnya bertani jamur. Eri Krismiyanto (35) contohnya, yang tak lain tetangga Taufik di Kelurahan Pabuwaran, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, tak lagi beternak ayam. Kandang ayam di belakang rumahnya sudah hampir setengah tahun ini digunakan penuh sebagai rumah jamur tiram.

Menurut Eri, dalam sehari dia bisa panen paling sedikit 10 kilogram jamur. Dengan manajemen penanaman jamur yang dapat dipanen setiap hari, Eri tak pernah putus memanen jamur selama satu bulan penuh.

”Hasilnya jauh lebih baik dibandingkan ternak ayam. Kalau ternak ayam itu, selain baunya, kalau terkena penyakit bakal mudah menular ke ternak yang lain,” kata Eri.

Pengayuh becak

Baru empat bulan ini Taufik juga menggandeng dua paguyuban pengayuh becak di Purwokerto untuk ikut mengembangkan pertanian jamur tiram. Untuk permodalan, kedua paguyuban ini dibantu melalui dana bergulir dari kelompok pengusaha restoran di Purwokerto. Taufik menjadi pembina sekaligus pemasok bibit dan media tanam jamur tiram.

Hasilnya pun lumayan. Jamur tiram yang masa tanamnya empat bulan sudah dapat dipanen oleh kedua paguyuban itu. ”Belum lama ini saya membayar Rp 1 juta untuk hasil panen jamur tiram yang mereka pasok ke tempat saya,” kata Taufik.

Selain membina kelompok-kelompok petani jamur, Taufik juga menjamin ketersediaan pasar untuk penjualan jamur. Dengan demikian, kelompok-kelompok binaannya pun tak kesulitan memasarkan produksi mereka. Bahkan sekarang dia tak hanya memasok jamur ke Sumatera dan Kalimantan, tetapi juga sedang menjajaki pasar di Papua.

”Papua sangat menjanjikan, sama halnya dengan Kalimantan dan Sumatera. Hanya kami tunda sementara ini karena permintaan dari Sumatera dan Kalimantan pun sudah cukup banyak,” katanya.

Sebetulnya, hanya satu angan-angan Taufik saat pertama kali duduk di bangku kuliah tahun 1989 silam. Dia hanya ingin menjadi wirausaha di bidang apa pun, bukan menjadi pegawai pemerintahan seperti yang diinginkan kedua orangtuanya. ”Ketika itu, saya melihat banyak kakak angkatan di kampus yang sudah sarjana, tapi menganggur. Dari situ, saya berpikir saya harus berwirausaha,” katanya.

Bak pepatah pucuk dicinta ulam pun tiba, kakak iparnya yang juga sedang menjalani studi di Unsoed melakukan penelitian tentang jamur sebagai tugas akhir. Melihat budidaya jamur cukup mudah untuk dipahami dan bahan bakunya bisa didapat dari lingkungan sekitar, Taufik ikut mencoba bertani jamur.

Sebagai lahan percobaan, dia meminjam garasi di rumah kakak iparnya sebagai rumah jamur. Kali pertama itu, dia mulai dengan membudidayakan jamur merang yang sudah lama akrab di masyarakat. Ilmu budidaya jamur tak hanya dia peroleh dari hasil penelitian kakak iparnya, tetapi juga dari sejumlah buku.

Konsentrasi ke budidaya jamur, membuat kuliah Taufik sempat terbengkalai. Namun hasilnya setimpal, setidaknya dalam kurun waktu 1991 sampai 1994, dia mampu membudidayakan jamur merang dan hasil panennya laku dijual di pasar lokal Purwokerto.

Baru akhir tahun 1994 dia beralih ke budidaya jamur tiram karena di Banyumas ada pengusaha yang melakukan pemasaran jamur merang dengan cara persaingan tidak sehat. Tetapi itu kemudian disyukuri Taufik karena dia akhirnya menemukan peluang bisnis yang jauh lebih efisien dan menguntungkan.

Dalam pandangannya, segala rintangan tak selalu merugikan, melainkan bisa menjadi peluang. Begitu pula saat awal memasarkan jamur tiram kepada warga Purwokerto sekitar tahun 1995.

”Saat itu tak ada seorang pun di Purwokerto yang mengenal jamur tiram. Saya pikir, ini peluang sangat besar karena tentu belum ada pengusaha yang membudidayakan jamur tiram. Dengan begitu, saya pasti bisa menguasai pasarnya,” tutur Taufik.

Sepak terjang Taufik terkait budidaya dan pemasaran jamur ini terdengar oleh Pemerintah Provinsi Lampung. Taufik yang saat itu belum lulus kuliah diminta menjadi pembina pertanian jamur dalam program desa percontohan di Provinsi Lampung selama lima bulan.

Karena lebih memikirkan budidaya jamur yang telah dijalaninya dengan para petani di Purwokerto, Taufik memutuskan tak lagi memperpanjang kontrak sebagai tenaga pembina pertanian di Lampung. ”Apalagi saat itu saya bersama beberapa petani sedang mengembangkan jamur tiram di Purwokerto. Saya jadi kepikiran terus,” tuturnya.

Kini Taufik menyediakan diri membagi pengalamannya membudidayakan jamur kepada para mahasiswa. Dua tahun belakangan ini dia bahkan sudah dipercaya mengampu mata kuliah Kapita Selekta di Fakultas Pertanian Unsoed.

”Sebagai wirausaha, saya tidak mau terkungkung dan pelit membagi pengalaman,” katanya.

by kompas.com

memiliki bisnis internet sendiri dari rumah

Please follow and like us:

kiki

Passionate to Marketing, an Internet Marketing Enthusiast. Learning all things about writings, market research and digital marketing. I'm a believer that just want to share everthing about inspiring and fun things around me. So, lets learn together. " sometimes we win, and sometimes we learn "

11 thoughts on “Taufik, Kemitraan dan Wirausaha

  • March 14, 2010 at 6:52 pm
    Permalink

    Salam sejahtera.

    bisa minta alamatnya bpk. taufik engga ya, saya berminat untuk usaha jamur tiram.

    terima kasih

  • March 30, 2010 at 8:58 am
    Permalink

    maaf pak, bisa minta alamat & no. telp. bpk. taufik engga ya, saya berminat untuk usaha jamur tiram didesaBolon Palbapang, Bantul.

  • July 9, 2010 at 1:57 pm
    Permalink

    bapak taufik, saya domisili di wonosobo
    petani jamur disini sudah `menjamur` tapi masih sekala kecil dikarenakan kesulitan pengadaan baglog, dan masih usaha sendiri.
    mohon bapak bisa bantu para petani jamur disini dengan kemitraan dengan bapak..
    terimakasih sebelumnya, kami menunggu kelanjutannya pak..
    bisa hub saya di
    081391664808

  • August 18, 2010 at 2:27 pm
    Permalink

    saya mau tanya pak taufik ! saya sudah mencoba budidaya jamur
    tiram di sby sebanyak 500 baglog dan sudah tumbuh jamurnya tapi ada sebagian yg masih kecil sudah mati dan ada yang tidak bisa mekar jamurnya. mohon saya dikasih tahu utk menangani kasus ini.
    terimakasih.

    • September 26, 2010 at 11:35 am
      Permalink

      Bagi yang ingin bertani jamur atau hanya ingin berkonsultasi tentang budidaya jamur bersama dengan Pak Mintarya silahkan hubungi 0813 2124 8296 atau 0819 1223 4996.
      Beliau dengan senang hati akan memberikan bimbingan dan konsultasi bagi mereka yang mau menjadi petani plasma. Bagi para petani dari luar daerah yang hendak menimba ilmu terkait budi daya jamur di lokasi pertaniannya, Beliau telah menyediakan fasilitas penginapan.

      Semoga membantu,… 🙂

  • October 30, 2010 at 9:31 pm
    Permalink

    mikum pak !! saya mw belajar tanam jamur ini , tp susah tuk mendapatkan bibit nya dan mohon saya d kasih tahu cara tanam dan mendapatkan bibitnya. trimakasih sebelumnya

  • February 21, 2011 at 9:26 pm
    Permalink

    ASS.PAK TAUFIK TOLONG KIRIMKAN CARA MEMBUAT FORMULA BIBIT DAN BLOG UNTUK PEMULA TRIMAKASIH PAK .

  • July 14, 2011 at 12:07 pm
    Permalink

    Bagaimana caranya kami bermitra dengan bpk taufik. Lokasi kami di wonosobo jateng

  • May 26, 2015 at 8:57 pm
    Permalink

    luar biasa,,, ,, , saya orang purwokerto, mlh bru mau mlai ini pk 🙂

 
mau belajar bikin web ?Click Disini

Enjoy this blog? Please spread the word :)

%d bloggers like this: