Pertanian Kulon Progo Terangkat

kulonprogoKulon Progo, Kompas – Sukarman, anggota Paguyuban Petani Lahan Pantai Kulon Progo, mendapat penghargaan dari Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Senin (28/9). Sukarman menemukan sistem pertanian di lahan pasir pantai yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

Penghargaan diserahkan pada puncak peringatan Dies Natalis Ke-63 Fakultas Pertanian (Faperta) UGM di Auditorium Prof Harjono Danusastro, UGM. “Secara tidak langsung, beliau telah membantu mahasiswa dalam penelitian skripsi, tesis, dan disertasi,” ujar Ketua Laboratorium Pengelolaan Tanah Departemen Ilmu Tanah Faperta UGM Djafar Siddiq.

Sejauh ini, ada 45 mahasiswa Faperta UGM yang lulus dengan penelitian di lahan pasir. Mereka 25 mahasiswa S-1, 15 mahasiswa S-2, dan lima mahasiswa S-3. Saat ini, sejumlah penelitian untuk pengembangan pertanian di lahan pasir masih berlangsung di Faperta UGM. Salah satunya pembuatan pupuk sebagai pengganti pupuk kandang yang digunakan di lahan pasir.

Sebelum dirintis Sukarman, tutur Djafar, pertanian di lahan pasir belum dikenal karena dianggap sebagai media yang miskin unsur hara. Keberhasilan Sukarman membuat petani di Kulon Progo beralih ke lahan pasir dengan keuntungan ekonomi lebih tinggi dari pertanian di lahan biasa.

“Sayang sekali kalau konversi lahan pasir menjadi tambang pasir besi tetap diteruskan. Selain berpotensi merusak lingkungan, belum tentu juga hasilnya bagi rakyat sekitar lebih tinggi dari hasil pertanian,” ujarnya.

Sukarman mengatakan, produksi pertanian di 1 hektar lahan pasir bisa memberi keuntungan bersih sebesar lebih dari Rp 30 juta dalam setahun. “Produksi padi 1 hektar sawah biasa hanya memberi untung maksimal Rp 4 juta setahun,” ujar Sukarman.

Sejumlah tanaman yang biasa ditanam di lahan pasir adalah cabai, semangka, melon, dan sawi. Agar harga tetap tinggi, petani di lahan pasir juga telah menggunakan sistem lelang kepada pedagang besar dari seluruh Indonesia.

Ribuan petani

Sukarman menuturkan, saat ini terdapat ribuan petani lahan pasir. Mereka tersebar di 10 desa di empat kecamatan di Kulon Progo. Pertanian lahan pasir tersebut mencakup sekitar 1.500 hektar lahan pasir di tepi pantai.

Ketua Paguyuban Petani Lahan Pantai (PPLP) Kulon Progo Supriyadi menyatakan, berkat Sukarman, petani pesisir Kulon Progo kini dapat hidup lebih sejahtera. Sektor pertanian membuka lapangan pekerjaan baru bagi generasi muda. Mereka memiliki pilihan dibandingkan dengan hanya meninggalkan desa mengadu nasib di kota atau menjadi tenaga kerja di luar negeri.

Supriyadi berharap pemerintah daerah memerhatikan prestasi petani dan menimbang kembali persetujuan rencana tambang pasir besi. Sejauh ini, proses tambang yang akan dilaksanakan oleh PT Jogja Magasa Iron masuk tahap analisis mengenai dampak lingkungan.

[kompas.com]

Please follow and like us:

kiki

Passionate to Marketing, an Internet Marketing Enthusiast. Learning all things about writings, market research and digital marketing. I'm a believer that just want to share everthing about inspiring and fun things around me. So, lets learn together. " sometimes we win, and sometimes we learn "

 
mau belajar bikin web ?Click Disini

Enjoy this blog? Please spread the word :)

%d bloggers like this: