Kulit Pisang pun Bisa Jadi Pengganti Minyak Tanah

kulitpisangTingginya harga minyak tanah pasca dihapuskannya subsidi, menyulitkan kelompok industri kecil dan masyarakat menengah ke bawah untuk mendapatkan bahan bakar yang murah dan praktis. Sementara kompor gas dinilai belum sepenuhnya mampu dijangkau masyarakat di pelosok daerah.

Sekelompok usaha kecil dan menengah (UKM) menawarkan sebuah solusi bagi kalangan industri dan masyarakat menengah ke bawah untuk menggunakan kompor bioetanol sebagai alternatif pengganti minyak tanah.

“Sebagai pengganti minyak tanah, kompor bioetanol ini relevan sekali bagi masyarakat dan industri menengah bawah yang belum bisa menjangkau penggunaan kompor gas,” kata Kepala Bagian Pemasaran UKM produsen kompor bioetanol binaan Dewan Koperasi Indonesia Rivai, dalam perbincangan dengan Kompas.com, di Jakarta, Minggu (6/9).

Kompor ini menggunakan bioetanol sebagai pengganti bahan bakar minyak tanah. Bahan baku bioetanol merupakan hasil olahan dari bahan-bahan alami seperti kulit pisang, singkong genderuwo, kulit nanas, gadung, dan sagu. “Karena itu kompor bioetanol ini sesuai dengan semangat untuk melestarikan alam karena merupakan bahan bakar yang ramah lingkungan,” imbuh Rivai.

Dibandingkan minyak tanah, bioetanol memiliki lebih banyak keunggulan. Kompor bioetanol dapat digunakan tanpa menggunakan sumbu. Nyala apinya pun biru seperti kompor gas sehingga lebih cepat dan efisien dalam memasak. ” 100 cc bioetanol dapat digunakan memasak selama 40 menit. Artinya dengan satu liter bioetanol saja, konsumen bisa memasak hingga empat jam,” kata Rivai.

Selain itu, kompor bioetanol pun tidak mudah meledak dan lebih aman bagi penggunanya. Jika kompor minyak tanah yang terbakar akan semakin menyala ketika disiram air, tapi bioetanol justru akan mati jika tersiram air. “Penggunaan bioetanol ini pun lebih irit dua pertiga kali dibanding minyak tanah,” imbuhnya.

Mengenai harga bioetanol, Rivai mengatakan, per liternya dijual seharga Rp 6.000 . “Harga ini sebenarnya bisa lebih murah kalau ada pemerintah mau memberikan dana investasi terhadap pengembangan bioetanol ini,” kata dia.

Ia menambahkan, saat ini para produsen bioetanol juga mulai membidik masyarakat menengah kebawah sebagai pangsa pasarnya Selama ini yang menjadi konsumen bioetanol adalah komunitas industri kecil seperti pembatik dan industri tahu.

Padahal, menurutnya, selama ini diluar negeri, penggunaan bioetanol sudah dikenal sebagai alternatif bahan bakar untuk memasak yang lebih ramah lingkungan. “Salah satu pasar ekspor kami adalah Thailand yang sudah mengenal bioetanol sebagai bahan bakar alternatif yang lebih murah dan ramah lingkungan,” tukasnya.

Tertarik? Silakan anda menghubungi nomor telepon 081280235371 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

[kompas.com]

kiki

Passionate to Marketing, an Internet Marketing Enthusiast. Learning all things about writings, market research and digital marketing. I'm a believer that just want to share everthing about inspiring and fun things around me. So, lets learn together. " sometimes we win, and sometimes we learn "

6 thoughts on “Kulit Pisang pun Bisa Jadi Pengganti Minyak Tanah

  • September 8, 2009 at 10:12 pm
    Permalink

    mz,aq mnta infrmasi yg lbih lngkap dunx……………
    bgaimna cra mmbuatnya ……………..
    tlong dkrm d emailQ ya mz…………….

    mksih………………

    • September 8, 2009 at 11:47 pm
      Permalink

      Hi, Zaelendra… di artikelnya ada nomor yg bisa dihubungi, mungkin bisa dicoba…

      Sukses ya, ­čÖé

  • September 16, 2009 at 8:23 am
    Permalink

    kira-kira ada dampaknya ga jika qta menggunakan kompor tersebut??em..kompor yang dgunakanya kmpor biasa atau bkan?

  • October 17, 2009 at 3:13 pm
    Permalink

    AssaLAm..
    Mas..mohon kasih tau dOnks cara kerjanya. Cendawan apa yang dipakai serta kuLit pisang apa yang paLing baik beserta kOmposi2 dari kuLit pisang tersebut. Makasih…
    nb: kirim ke emaiL saya saja ya Ms…

 
mau belajar bikin web ?Click Disini
%d bloggers like this: