Mendulang Rezeki dari Ikan Patin

Hari menjelang sore, tatkala 11 pria menebar jaring di kolam berukuran 18 x 25 meter. Dengan sekuat tenaga, mereka menyeret jaring ikan menyusuri kolam. Setibanya di ujung kolam, jaring pun diangkat. Di tengah riuhnya percikan air, ribuan ikan patin muncul ke permukaan. BM Lukita Grahadyarini

Dari tepian kolam, Kasman (30) memerhatikan proses panen ikan patin dari kolam miliknya. Ikan patin yang dipanen rata-rata berukuran 6-7 ons.

Di samping Kasman, berdiri beberapa pedagang yang akan membeli hasil panen. ”Berapa pun hasil panen ikan patin segar selalu habis terjual,” ujar Kasman, di Desa Air Batu, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa (21/4).

Seorang pedagang pengumpul, misalnya, menyatakan siap menampung panen ikan patin dari kolam Kasman, yang ditaksir mencapai 15 ton.

Ikan patin dari Banyuasin umumnya dipasarkan ke kabupaten/kota di Sumatera Selatan, yakni Palembang, Prabumulih, dan Musi Banyuasin.

Kasman merintis budidaya ikan patin bersama kakaknya, Herman (36), sejak tahun 2006, dimulai dengan 24 kolam. Kini Kasman memiliki 45 kolam patin di areal seluas sembilan hektar dengan total jumlah ikan 400.000 ekor. Setiap kolam menghasilkan 10-15 ton ikan patin per musim panen atau setiap tujuh bulan.

Untuk pakan, setiap hari dibutuhkan

3 ton pelet. Harga pakan apung Rp 7.000-Rp 7.400 per kg, sementara pakan tenggelam Rp 5.000-Rp 5.500 per kg.

Di Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, terdapat puluhan pembudidaya patin, skala perorangan maupun industri. Sentra budidaya patin di Sumatera Selatan juga terdapat di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, dan Kota Palembang.

Budidaya Pangasius pangasius ini relatif mudah. Menurut Kasman, pembudidaya hanya harus memerhatikan kebersihan kolam, kadar keasaman air, yaitu 7, dan suhu kolam

Penangkaran ikan patin di Indonesia pun tersebar antara lain di Sumatera Selatan, Jambi, Jawa Barat, dan Kalimantan. Maraknya budidaya patin telah menghidupkan usaha pembenihan patin dan industri pakan di Kecamatan Talang Kelapa.

Kendala yang kerap ditemui pembudidaya patin adalah akses pada penyediaan benih dan pasar ekspor. Pada musim kemarau, Juli-September, biasanya benih sulit diperoleh.

Selain itu, tidak adanya pengaturan siklus produksi dan masa tebar benih di antara para pembudidaya membuat panen raya patin terjadi serempak. Hal ini membuat harga jual patin menurun karena pasokan berlebih.

Pasar dunia

Sejak krisis ekonomi global tahun 2008, ikan patin semakin diminati pasar Uni Eropa dan Amerika Serikat. Apalagi, saat ini Uni Eropa menerapkan kebijakan membatasi perburuan ikan cod di sungai-sungai Eropa.

Ikan patin memiliki kemiripan tekstur dengan ikan cod, di antaranya dagingnya berwarna putih. Pasar Eropa biasanya meminta patin dalam bentuk daging tanpa tulang (fillet).

Namun, pasar internasional belum sepenuhnya dilirik. Ini karena harga di pasar domestik relatif lebih tinggi dan permintaan terus meningkat.

Harga ikan patin segar di pasar lokal kini Rp 10.000- Rp 10.500 per kg. Adapun harga ekspor fillet patin 2,8 dollar AS per kg atau sekitar Rp 29.250. Padahal, untuk satu kilogram fillet dibutuhkan

3 kilogram patin segar.

”Harga ekspor yang rendah menyebabkan ikan patin lebih banyak terserap ke dalam negeri,” kata Direktur Produksi Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) Iskandar Ismanadji. Tahun 2008 produksi ikan patin 52.470 ton, tahun 2007 hanya 37.878 ton.

Peluang budidaya patin ini sudah selayaknya dilihat sebagai momentum meningkatkan sarana pendukung produksi perikanan.

[kompas.com]

kiki

Passionate to Marketing, an Internet Marketing Enthusiast. Learning all things about writings, market research and digital marketing. I'm a believer that just want to share everthing about inspiring and fun things around me. So, lets learn together. " sometimes we win, and sometimes we learn "

7 thoughts on “Mendulang Rezeki dari Ikan Patin

  • June 1, 2009 at 9:42 pm
    Permalink

    menarik informasinya saya minat juga nh mau buidaya ikan patin patin tapi dalam kerambah bisa ngak saya mintak informasi seputar budidaya ikan patin kerambah. soalnya nih saya tinggal dipingiran sungai batang hari jambi.

  • June 17, 2009 at 1:38 pm
    Permalink

    dibeli berapa pak per kg ikan patin nya..? mau tdk pembelinya ngambil ikan patin di metro lampung..? kami ada stok banyak dan kesulitan utk jual dalam partay besar.Trimakasih

  • February 22, 2010 at 7:25 pm
    Permalink

    Pemasaran ikan Patin di daerah jombang jawa timur saat ini 21 Pebruari 2010 tengkulak mengambil di kolam sekitar Rp.9000/kg harga jual dipasar tradisional bisa mencapai Rp. 15.000,- saat ini lagi bulan bulan panen raya didaerah jombang bagi petani Gurami, maupun ikan patin, untuk Gurami mengalami penurunan harga dari biasanya Rp. 20.000/kg menjadi rp.17.000/kg.. namun di pasaran rumah makan harganya semakin naik, karena Gurami adalah Ikan mahal di rumah makan,. per ekor bila menjadi gurami bakar/goreng/asam manis bisa mencapai Rp. 35.000,- untuk sementara Ikan patin tidak saya jual dulu karena mengalami penururnan harga yang sangat drastis..dari Rp.15.000/kg menjadi Rp.9000/kg…..

  • February 27, 2010 at 2:42 am
    Permalink

    minta info penjualan bibit patin donk… saya bertempat tinggal di kalsel

    🙂

  • March 2, 2010 at 5:04 pm
    Permalink

    Saya ada induk benih ikan patin siap pijah sebanyak 45 ekor dg berat 2 s/d 5 kg per ekor, mau saya lepas nich. ada yg minat kontak saya di 08129094381

  • March 27, 2011 at 9:43 pm
    Permalink

    harga patin daerah lamongan brapa ya untuk bulan maret 2011. trus knapa lele lebih cepat jualnya dari pada patin

 
mau belajar bikin web ?Click Disini
%d bloggers like this: